Kegelapan Rajawali.

20.48

Judulnya berasa film Indosiar yang naik naga boongan ya! —Btw kok prototype film naga boongan masih nempel ke Indosiar ya. Padahal sekarang sinetron RCTI&SCTV juga sama-sama pake harimau&rajawali boongan. Yang sumpah. Gak ada bagus-bagusnya, sama aja gitu kaya Indosiar.


Buat orang Bandung/Cimahi pasti tau daerah Rajawali. Ini nama jalan, disini ada RS swasta dengan nama yang sama. Nah jalan kebagi dua; Rajawali Barat dan Rajawali Timur. Gue ada di Barat, diawal one way.


Itu prolognya. Ini ceritanya; gue bt sama sopir angkot! Gue udah bilang turun di Rajawali Barat dia malah ngambil jalan pintas yang keluarnya langsung di Rajawali Timur. Kan parah! Ini jadi parah dan jadi masalah, karena ini malem. Sepanjang Rajawali itu trotoarnya ancur, jalan pagi/siang aja gue sering kepentok. Ini malem dan gak ada lampu jalan. Mata gue walau udah pake kacamata, kalau malem payah banget. Berasa orang buta.


Terus masalahnya gue diturunin di akhir one way, ya gue berasa apa gunanya naik angkot kalau harus jalan lagi dari ujung ke ujung. Astagfirullah. Zbl. Asli. Kan tadi gue bilang gak ada lampu jalan, ini kekhawatiran terbesar gue. Bukan takut gelap, tapi tempat beginian rawan kejahatan dan rawan preman. Hp gue gak ada senternya, jadi gue ngandelin layar yang Brightness-nya dinaikin ke 100%. Kebayang kan?
Ditambah gue lagi pake sepatu yang gak nyaman dan bikin lecet. Huhuhuhu.


Tapi gue kasih epilognya deh; Gue bersyukur. Gue pernah baca, jadi semua kejadian itu gak tiba-tiba. Kira-kira artinya tuh kaya, Allah ngejauhin gue dari hal-hal buruk yang (mungkin) bakal kejadian kalau gue lewat jalan biasa dan sopir angkotnya gak bt-in. Gitu. Ada bakat gak gue buat bikin novel?

Gak ada?
.
Yaudah
.
.
Pengen curhat aja.

You Might Also Like

0 comment

Halo, jangan lupa klik "Beri Tahu Saya" atau "Notify Me" ya! Biar ketauan kalau komennya udah dibales:D

recent posts

Member Of

Blogger Perempuan

Popular Posts